JAKARTA – Partai Demokrat menggalakkan kampanye politik ‘kuda hitam’ untuk Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelang Pemilu 2024. Sejumlah elite partai berlambang mercy ini membagikan video AHY menunggangi kuda hitam sebagai simbol strategi pemenangan.
Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, membagikan video kampanye AHY pada Senin (7/2/2022). Dalam video tersebut, AHY digambarkan menunggangi kuda berwarna hitam sambil membawa bendera Partai Demokrat. Sejumlah orang terlihat mengikuti di belakangnya.
Video berdurasi pendek itu menampilkan narasi yang mengingatkan kembali masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama sepuluh tahun. Narator dalam video menyampaikan tekad Demokrat merebut kemenangan di pemilu berikutnya.
“Bahwa kita ingin menang Pemilu 2024 dan mengantarkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pemimpin negeri ini,” kata narator dalam video tersebut.
Lanjutkan Warisan Kepemimpinan SBY
Narator dalam video itu menyebut sejumlah komitmen jika Demokrat kembali berkuasa. Partai berlambang mercy ini berjanji tidak akan menyalahgunakan kekuasaan, merusak lingkungan, serta akan membuat undang-undang melalui proses yang benar dan menjaga uang rakyat.
Narator juga menegaskan keinginan melanjutkan gaya kepemimpinan SBY. Meski mengakui SBY bukan pemimpin sempurna, narator menyebut mantan presiden dua periode itu tidak pernah mengkhianati ucapannya. Narasi dalam video disebut sebagai aspirasi kader Demokrat.
Konsep ‘kuda hitam’ sebenarnya sudah disampaikan AHY empat hari sebelum video kampanye tersebut beredar. Pada Kamis (3/2), AHY berbicara di hadapan ratusan anggota DPRD Partai Demokrat dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota dalam kegiatan bimbingan teknis di Jakarta.
AHY meminta seluruh kader tidak merasa hebat dan lebih memilih menjadi kuda hitam yang tidak diperhitungkan orang lain, namun akhirnya keluar sebagai pemenang. Dia mencontohkan strategi ini seperti kuda dalam pacuan yang tidak diunggulkan tapi justru memenangi pertandingan.
“Jangan merasa diri hebat. Lebih baik kita menjadi kuda hitam yang tidak diperhitungkan, tapi menang,” kata AHY saat itu.
AHY juga meminta para kader meniru cara kuda perang bergerak. Menurutnya, kuda perang bisa berlari cepat tapi tahu kapan harus melambat demi memenangkan pertempuran.
“Kuda perang adalah kuda yang bisa berlari kencang, tapi punya inisiatif kapan harus melambat, berhenti atau bahkan berbelok untuk mencapai kemenangan. Jadi jangan asal lari kencang tanpa henti atau baru bergerak jika diperintah,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan AHY untuk membangun mental kader Demokrat menghadapi Pemilu 2024. Dia ingin kadernya bergerak cerdas dan strategis, bukan hanya bekerja keras tanpa arah yang jelas.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
