Demokrat Bima Dorong Pemda Aktifkan Posko Siaga Banjir Rob

oleh -147 Dilihat
oleh
Demokrat Bima Minta Posko Siaga Banjir Rob Diaktifkan
Ketua DPC Demokrat Bima Hj. Misfalah mendesak pemda aktifkan posko siaga banjir rob di wilayah pesisir seperti Sape menyusul peringatan BMKG hingga 26 November 2025.

BIMA– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bima mendesak pemerintah daerah segera mengaktifkan posko siaga di wilayah pesisir yang terancam banjir rob. Desakan ini muncul menyusul peringatan BMKG soal potensi banjir rob hingga 26 November 2025.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima Hj. Misfalah menilai peringatan dini dari BMKG harus ditindaklanjuti dengan kesiapan tim tanggap darurat di lapangan.

“Peringatan saja tidak cukup. Pemda harus turun langsung ke wilayah rawan seperti Sape dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (20/11/2025) di Bima.

Misfalah menyoroti kondisi Sape yang masuk dalam daftar wilayah berpotensi terkena dampak rob dengan ketinggian air laut mencapai 1,8 meter.

Menurutnya, wilayah pesisir di Bima memiliki banyak pemukiman warga dan aktivitas ekonomi yang bisa lumpuh jika terjadi banjir rob.

“Ribuan nelayan dan pedagang ikan bergantung pada kondisi pesisir. Kalau rob terjadi tanpa persiapan, kerugian ekonomi bisa sangat besar,” kata politisi Demokrat itu.

Ia mengusulkan pembentukan tim koordinasi yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat untuk memantau kondisi di lapangan setiap hari.

Tim itu bertugas mendata titik rawan, mempersiapkan jalur evakuasi, dan menyiapkan posko pengungsian jika diperlukan.

Misfalah juga meminta pemda menyediakan pompa air portabel di titik-titik rawan genangan.

“Jangan sampai warga panik karena tidak ada tim yang membantu saat air mulai naik,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada nelayan tentang waktu aman melaut. Berdasarkan data BMKG, pasang air laut terjadi mulai pukul 21.00 hingga 05.00 Wita.

“Nelayan harus tahu kapan waktu aman melaut. Ini soal keselamatan jiwa, bukan hanya soal tangkapan ikan,” ujar Misfalah.

Ia berharap pengalaman bencana sebelumnya bisa menjadi pelajaran agar pemerintah lebih responsif. “Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bergerak. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan darurat,” tegasnya.

BMKG melaporkan potensi banjir rob di perairan NTB berlangsung dari 19 hingga 26 November 2025 akibat fase bulan baru. Fenomena ini menyebabkan air laut mengalami pasang maksimum karena daya tarik gravitasi Bulan dan Matahari yang sejajar dengan Bumi.

Ketinggian pasang maksimum di Sape diperkirakan mencapai lebih dari 1,8 meter dengan ketinggian gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter. Waktu pasang berlangsung mulai pukul 21.00 sampai 05.00 Wita.

Kawasan pesisir yang berpotensi terdampak meliputi Palibelo, Soromandi, Asakota, hingga Sape. BMKG mengimbau nelayan untuk melaut pada pagi hingga siang hari guna menghindari risiko saat pasang maksimum.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.