Dari Tukang Becak hingga Sekretaris DPD Demokrat Aceh, Ini Perjalanan Arif Fadillah

oleh -461 Dilihat
oleh
Arif Fadillah Sekretaris Dpd Demokrat Aceh
Arif Fadillah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh yang memulai karier politik dari tukang becak hingga menjabat Ketua DPRK Banda Aceh.

Tahun 1999, situasi Aceh yang tidak stabil membuat Arif khawatir pada ibunya yang tinggal sendiri di Banda Aceh. Dia memutuskan kembali ke Aceh bersama istri meski kondisi tidak aman.

Di Aceh, mencari pekerjaan tidak mudah karena perekonomian terpuruk akibat konflik. Arif dan istri memilih membeli becak sebagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tahun 2002, sembari menarik becak, Arif bergabung dengan Partai Demokrat yang baru masuk ke Aceh. Dia dipercaya sebagai koordinator massa pendirian Partai Demokrat di Hotel Kuala Tripa, Banda Aceh.

Tahun 2009, Arif maju sebagai caleg dan berhasil menjadi anggota DPRK Banda Aceh. Kala itu, dia menjadi peraih suara terbanyak dari Dapil 5 dan Partai Demokrat meraih delapan kursi.

“Alhamdulillah, kala itu berhasil masuk Parlemen Banda Aceh dan duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat,” kenang Arif.

Target Kembalikan Kejayaan Demokrat

Kini sebagai Sekretaris DPD Demokrat Aceh, ruang lingkup kerja politik Arif lebih luas. Tantangan yang dihadapi juga lebih beragam.

“Saya akan bekerja keras dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas partai. Tentu akan saya buktikan dengan kinerja dalam mencapai target politik partai yang lebih baik lagi demi mengembalikan kejayaan partai berlambang mercy di Aceh,” kata Arif.

Dia berkomitmen tetap mengusung semangat “Berkoalisi dengan Rakyat” dalam setiap langkah politiknya. Pria yang kini berpendidikan S2 Magister Manajemen dari Universitas Syiah Kuala ini juga merupakan lulusan terbaik Lemhanas RI Angkatan XXXV.

Arif kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Sukses Jaya Fadillah. Dia dikaruniai empat anak dari pernikahannya dengan Supiyati: Pilar Banda Aceh Fadillah, Maghfirah Pancari Fadillah, Erien Keumala Fadillah, dan Faisal Alam Fadillah.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.