“Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan Mizan dalam meningkatkan minat baca masyarakat,” tambahnya.
Kementerian Ekraf memposisikan diri sebagai akselerator untuk menghidupkan kembali potensi kekayaan intelektual di sektor penerbitan.
Pendekatan kolaboratif dan inovatif menjadi kunci dalam memperkuat daya saing industri penerbitan Indonesia secara berkelanjutan.
