JAKARTA – Indonesia memiliki peluang emas memanfaatkan bonus demografi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Hampir 70 persen penduduk Indonesia saat ini berada di usia produktif, namun kesempatan ini tidak akan bertahan lama.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak utama pembangunan. Pernyataan ini disampaikan dalam Indonesia Summit 2025 yang digelar IDN Media di The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
“Kalau kita lihat demografi hari ini, hampir 70% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Ini adalah bonus demografi yang tidak akan bertahan lama,” kata AHY.
Menko AHY melihat generasi muda Indonesia berpotensi menjadi inovator teknologi ramah lingkungan dan advokat kebijakan inklusif. Mereka juga bisa menjadi pemimpin komunitas yang mampu menginspirasi perubahan dari level bawah.
Forum yang menghadirkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas muda ini membahas strategi pembangunan nasional. AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus menyentuh aspek kemanusiaan, bukan hanya aspek teknis semata.
Empat fokus utama pembangunan infrastruktur yang dipaparkan AHY meliputi ketahanan energi dan air, peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta perlindungan lingkungan hidup. Pembangunan ini diyakini akan membuka akses layanan dasar dan menciptakan pemerataan pembangunan.
“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan ekonomi sekaligus kemajuan manusia,” ungkap AHY.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan nasional. Mereka harus tampil sebagai lokomotif perubahan di berbagai bidang, mulai dari inovasi teknologi hingga kewirausahaan sosial.
AHY didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra serta Staf Khusus Menteri Bidang Kerja Sama Lembaga Nonpemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana dalam acara tersebut.