DEMOKRAT NEWS – Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas dapur yang menolak pasokan dari petani lokal. Namun, dia mengingatkan pemerintah untuk memastikan sistem pembayaran berjalan lancar agar petani tidak merugi.
Zulfikar mengatakan pelibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah sesuai aturan. Perpres Nomor 115 Tahun 2025 memang mewajibkan dapur MBG mengutamakan pasokan lokal.
“Sudah seharusnya memang seperti ini, karena yang saya ketahui sejak awal yang menjadi pelaku utama nantinya adalah mereka yang berada di sekitar ekosistem ini, umkm, nelayan, petani,” kata Zulfikar, Rabu (28/1/2026).

Politikus Partai Demokrat ini menekankan tiga hal penting yang harus diperhatikan pemerintah.
Pertama, jaminan penyerapan yang berkelanjutan. Dia khawatir petani sudah menyiapkan pasokan, tetapi tiba-tiba program berhenti di tengah jalan.
“Yang pasti kepastian penyerapan seperti apa, jangan sampai nanti berhenti di tengah jalan. Ini harus dipastikan sehingga peternak tidak ragu untuk bekerja,” ujarnya.
Kedua, soal standar mutu bahan baku. Zulfikar mengingatkan pentingnya pengawasan ketat mengingat sudah ada beberapa kasus keracunan di dapur MBG.
Ketiga, dan yang paling krusial menurut Zulfikar, adalah masalah pembayaran. Dia menerima laporan banyak petani mengeluh pembayaran terlalu lama. Sistem yang berlaku saat ini membuat petani baru menerima uang setelah sepuluh hari memasok barang.
“Yang menjadi isu utama di lapangan yang saya dapatkan terkadang ada yang berminat namun sistem pembayarannya yang lumayan lama, katanya H+10 baru dibayarkan, ini mungkin bisa dikaji juga,” tegasnya.
Zulfikar menjelaskan petani dan peternak butuh perputaran uang yang cepat untuk membeli pakan, pupuk, atau keperluan produksi lainnya. Jika pembayaran lambat, mereka bisa kesulitan melanjutkan usaha.
“Karena para petani dan peternak ini butuh perputaran uang yang cepat dan stabil,” tandasnya.
Dapur MBG Tidak Boleh Tolak Pasokan dari Petani
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang memperingatkan semua dapur MBG untuk tidak menolak pasokan dari petani kecil.
Dia bahkan mengancam akan membekukan dapur yang lebih memilih pemasok besar dan mengabaikan pelaku usaha lokal.
Nanik mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan program ini menggerakkan ekonomi rakyat, bukan hanya sekadar memberi makan bergizi.
“Jangan pernah menolak produk petani, peternak, dan nelayan kecil dengan semena-mena,” tegas Nanik, Selasa (27/1/2026).