JAKARTA – Politikus Partai Demokrat Benny K Harman meyakini Presiden Joko Widodo akan memilih setia pada konstitusi, bukan mengikuti kehendak partai politik terkait wacana penundaan pemilu.
Pernyataan Benny tersebut merespons ucapan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang menyebut Presiden Jokowi akan setuju menunda pemilu jika semua partai kompak.
“Presiden pasti lebih memilih setia pada konstitusi, bukan pada kehendak partai-partai,” tulis Benny di akun Twitter @BennyHarmanID, Selasa (8/3/2022).
Benny menambahkan, Jokowi akan mendengar kehendak rakyat yang prokonstitusi. Meskipun semua partai kompak mendukung penundaan pemilu, hal itu tetap tidak bisa dilakukan karena melanggar konstitusi.
Sebelumnya, Muhaimin mengaku tidak masalah dengan sikap pemerintah yang belum membahas penundaan pemilu. Menurutnya, pemerintah sedang menunggu keputusan partai-partai.
“Kalau partai-partai kompak, pasti setuju, tapi kalau partai-partai nggak kompak, ya nggak tahu,” kata Muhaimin, Senin (7/2/2022).
Muhaimin menegaskan pihaknya siap dengan keputusan apa pun. Baik pemilu ditunda atau tetap dilaksanakan sesuai jadwal, PKB menyatakan siap.
Menko Polhukam Mahfud MD telah menyampaikan sikap tegas pemerintah terkait wacana ini. Di tubuh pemerintah sama sekali tidak pernah ada pembahasan soal penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan presiden atau wakil presiden.
“Di tubuh pemerintah sendiri tidak pernah ada pembahasan tentang penundaan pemilu maupun penambahan masa jabatan Presiden atau Wapres baik untuk menjadi tiga periode maupun untuk memperpanjang satu atau dua tahun,” tegas Mahfud, Senin (7/3/2022).
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
