Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi mengungkapkan potensi ekonomi lain dari bendungan ini.
Infrastruktur bernilai Rp4,15 triliun tersebut berpotensi menghasilkan listrik berkapasitas 7 Mega Watt dan dikembangkan sebagai destinasi wisata air.
Progress konstruksi bendungan yang dibiayai APBN (15 persen) dan pinjaman Export Import Bank China (85 persen) ini telah mencapai 13,9 persen per 23 Juli 2025.
