Infrastruktur bernilai Rp4,15 triliun tersebut berpotensi menghasilkan listrik berkapasitas 7 Mega Watt dan dikembangkan sebagai destinasi wisata air.
Progress konstruksi bendungan yang dibiayai APBN (15 persen) dan pinjaman Export Import Bank China (85 persen) ini telah mencapai 13,9 persen per 23 Juli 2025.
Heriantono menargetkan penyelesaian konstruksi pada 2028 mendatang.
Proyek Strategis Nasional ini menjadi bagian dari 15 bendungan on-going yang dialokasikan dalam anggaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 2026.
Pembangunan ini sejalan dengan Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dan ketahanan air nasional.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





