TRENGGALEK – Atlet berprestasi asal Trenggalek, Jawa Timur, mengadu ke Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Mereka mengaku khawatir susah cari kerja setelah pensiun dari dunia olahraga.
Angga Wibawa dan Frilla Ammanda menyampaikan keluhan ini saat bertemu Ibas di Trenggalek, Senin (9/6). Keduanya meminta pemerintah lebih peduli pada nasib atlet yang sudah tidak bertanding lagi.
“Mereka (para atlet) punya semangat juang tinggi, tapi setelah tak lagi bertanding, mereka bingung mau ke mana,” kata Ibas menanggapi keluhan kedua atlet tersebut.
Ibas mengaku prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, pemerintah tidak boleh diam saja melihat atlet berprestasi menganggur setelah pensiun.
“Anak muda berprestasi tidak boleh dibiarkan menganggur. Mereka harus punya ruang untuk tumbuh dan mengabdi,” tegas politisi Partai Demokrat ini.
Untuk mengatasi masalah ini, Ibas mengatakan pemerintah sudah menyiapkan balai pelatihan kerja. Atlet bisa belajar keahlian baru di sana.
Selain itu, dia juga menyarankan atlet mengambil sertifikat pelatih atau wasit agar bisa tetap bekerja di bidang olahraga.
Ibas memberikan contoh klub voli LavAni yang dibina ayahnya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Di klub itu, mantan atlet bisa jadi pelatih, manajer, atau tim pendukung.
“Banyak yang dulunya atlet daerah, kini jadi atlet nasional. Yang sudah tidak main di lapangan tetap bisa berkontribusi,” jelasnya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari acara apresiasi untuk pemuda berprestasi Trenggalek. Ibas memuji semangat juang mereka dan berpesan agar tetap cinta tanah air.
Ibas berjanji akan terus memperjuangkan nasib atlet purna karier. “Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat mereka meraih medali, tapi juga saat mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Dia menegaskan, atlet tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri mencari masa depan setelah pensiun dari dunia kompetisi.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





