AHY Ungkap Transportasi Darat Sumbang 89 Persen Emisi Karbon Indonesia

oleh -150 Dilihat
oleh
Kendaraan Memadati Jalan Di Jakarta
Kendaraan bermotor memadati jalan di Jakarta. Transportasi darat menyumbang 89 persen emisi karbon sektor transportasi Indonesia.

JAKARTA – Pemerintah mengakui transportasi darat menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia. Angkanya mencapai 89 persen dari total emisi sektor transportasi nasional.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kondisi ini memerlukan langkah nyata untuk mengurangi pencemaran udara.

Pemerintah berencana mempercepat program dekarbonisasi atau pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.

“Di antara faktor yang sangat menentukan dan itu dalam kontrol manusia adalah bagaimana kita memproduksi karbon,” kata AHY saat Town Hall Meeting di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Ahy Di Ici 2025 3
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pertemuan itu dihadiri berbagai pihak mulai dari kementerian, lembaga pemerintah, perusahaan, hingga akademisi. Mereka membahas strategi mengurangi emisi karbon dari transportasi.

AHY menjelaskan, sektor energi masih menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca Indonesia.

Dalam sektor energi tersebut, transportasi menempati urutan ketiga setelah migas dan manufaktur dengan kontribusi 22 persen.

Dari 22 persen emisi transportasi itu, jalur darat mendominasi dengan angka 89 persen. Sisanya berasal dari transportasi laut, udara, dan kereta api.

Menko AHY menegaskan, pemerintah tidak hanya berhenti pada ucapan. Langkah konkret diperlukan untuk mewujudkan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan di Sidang Majelis Umum PBB September 2025 lalu tentang target Net Zero Emission 2060.

“Tentu tidak cukup dengan kata-kata. Kami yang saat ini mengemban amanah dan portofolio di bidang infrastruktur, khususnya terkait dengan transportasi tentunya tergerak,” ujarnya.

Untuk menekan emisi karbon, pemerintah akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Pengembangan transportasi umum akan diperbanyak agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan bakar lebih bersih dan mempercepat elektrifikasi kendaraan.

Peningkatan jumlah kendaraan listrik dinilai akan memberikan dampak besar pada penurunan emisi dalam jangka panjang.

AHY menekankan pentingnya edukasi publik, pemberian insentif, dan keterlibatan industri serta masyarakat.

Upaya bersama itu diharapkan mampu mengurangi jejak karbon Indonesia demi masa depan generasi mendatang hingga tahun 2045 bahkan 2060.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.