AHY Rayakan Imlek Pertama di Batam, Sebut Kota Ini Miniatur Indonesia

oleh -289 Dilihat
oleh
Ahy Hadiri Perayaan Imlek Di Batam
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin malam (16/2/2026).

BATAM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin malam (16/2/2026). Ini menjadi kali pertama AHY merayakan Imlek di kota tersebut.

AHY mengaku sangat senang bisa hadir dalam perayaan yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) itu. Dia mengatakan malam itu terasa istimewa karena baru pertama kali merayakan Imlek di Batam, meski sudah berkali-kali berkunjung ke Kepulauan Riau.

“Saya sungguh berbahagia, walaupun sudah kesekian kali ke Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, tapi malam hari ini spesial,” kata AHY.

Dalam sambutannya, AHY memuji kemeriahan perayaan yang menampilkan beragam budaya. Lampion menghiasi kota, pertunjukan barongsai memukau, dan tarian yang indah dengan sentuhan budaya Melayu membuat suasana semakin semarak.

AHY menyebut Batam sebagai kota yang mencerminkan wajah Indonesia. Di kota ini, berbagai suku seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, dan Tionghoa hidup berdampingan dengan rukun dan saling menghormati.

“Batam dari dulu dikenal sebagai kota multikultural, sebagai melting pot, bertemunya berbagai identitas. Baik suku, agama, ras, etnis, dan juga budaya,” ujar AHY.

Dia menegaskan tidak semua bangsa di dunia memiliki keberagaman yang bersatu seperti Indonesia. Konsep Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda tetapi satu menjadi kekuatan bangsa yang harus terus dijaga.

AHY mengajak masyarakat menjadikan perayaan Imlek sebagai momen untuk memperkuat persatuan. Pergantian tahun tidak hanya soal harapan hari esok yang lebih baik, tapi juga tentang mengokohkan semangat kebersamaan.

Batam Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Tema perayaan tahun ini, “Harmoni Imlek Nusantara”, dinilai AHY sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas. Dia mengajak seluruh masyarakat dari 38 provinsi dan ribuan pulau untuk bersatu membangun bangsa.

Sebagai Menko bidang infrastruktur, AHY menegaskan komitmen pemerintah membangun infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Pembangunan harus benar-benar meningkatkan ekonomi, konektivitas antar wilayah, dan kesejahteraan masyarakat.

AHY menilai Batam punya posisi penting sebagai motor ekonomi nasional. Sebagai kawasan perdagangan bebas, Batam sejak awal dirancang menjadi gerbang ekonomi Indonesia di Asia Tenggara. Perencanaan ini tidak lepas dari peran B.J. Habibie yang merancang Batam sebagai jendela ekonomi Indonesia.

Dia mendorong penguatan industri, percepatan hilirisasi, dan penciptaan nilai tambah agar Batam mampu bersaing di tingkat global. Teknologi terkini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menyerap tenaga kerja muda.

“Pertumbuhan ekonomi yang sudah baik harus terus kita kawal dan tingkatkan. Namun yang lebih penting adalah pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” kata AHY.

AHY juga mengapresiasi peran komunitas Tionghoa, khususnya melalui PSMTI, dalam dunia usaha dan industri yang membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi daerah. Dia menyambut komitmen Pemkot Batam dan BP Batam dalam membangun infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Menutup sambutannya, AHY berharap Tahun Kuda Api membawa semangat, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga bangsa dan negara.