AHY Nyanyikan Lagu NU di Pengukuhan PBNU, Demokrat Tegaskan Komitmen Jaga Kebhinekaan

oleh -993 Dilihat
oleh
Ahy Kenakan Sarung Di Acara Nu
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengenakan sarung saat menghadiri pengukuhan pengurus PBNU dan Harlah NU ke-96 di Balikpapan, Senin (31/1/2022).

BALIKPAPAN – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyanyikan lagu Syubbanul Wathon dalam acara pengukuhan pengurus PBNU di Balikpapan.

Lagu ciptaan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah itu dilantunkan AHY dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangan.

AHY hadir dalam pengukuhan pengurus PBNU yang dipimpin KH Yahya Cholil Staquf sekaligus peringatan Harlah NU ke-96.

Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat Gus Hasani Bin Zuber menegaskan kehadiran AHY memiliki makna strategis.

Menurut cicit Syaikhona Kholil Bangkalan itu, kedatangan sang ketum mencerminkan keseriusan Demokrat dalam menjaga demokrasi dan kebhinekaan.

“Ketum hadir di pengukuhan bukan sekedar gimik seremonial politik. Lebih dari itu adalah bentuk komitmen Demokrat bersama NU guna terus merawat kebhinekaan NKRI,” ujar Gus Hasani, Senin (31/1/2022).

Gus Hasani menambahkan, Partai Demokrat dan NU berbagi visi sama dalam merawat nilai-nilai toleransi. Kerja sama keduanya diarahkan untuk menjaga jalan tengah dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa.

Anggota Komisi VIII DPR itu menyebut NU memiliki nilai-nilai yang harus terus dijaga dalam kehidupan bernegara.

Demokrat memandang organisasi massa terbesar di Indonesia itu punya peran strategis bagi bangsa.

“Komitmen bersama NU untuk merawat jalan tengah, toleransi, keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana nilai-nilai yang dijalankan oleh NU selama ini,” jelasnya.

NU Aset Bangsa

Partai Demokrat menempatkan NU sebagai aset bangsa yang harus dijaga. Gus Hasani menyebut organisasi yang lahir 96 tahun lalu itu menjadi tiang penting kemerdekaan Indonesia.

“NU adalah aset besar bangsa. Bahkan fondasi penting kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Gus Hasani mengingatkan peran para santri dan kiai dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tanpa perjuangan mereka, menurutnya, Indonesia belum tentu bisa merdeka seperti sekarang.

Ia juga menyoroti peran sentral tokoh NU dalam penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Kebijaksanaan para kiai disebut menjadi kunci diterimanya ideologi bangsa itu.

“Indonesia belum tentu merdeka tanpa perjuangan santri, kiai pondok pesantren. Pancasila tidak akan begitu saja diterima sebagai ideologi dan dasar negara tanpa kebijaksanaan Kiai Hasyim Asyaari,” tutup Gus Hasani.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.