AHY Dorong Pemerataan Internet di Perbatasan untuk Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi Digital

oleh -172 Dilihat
oleh
Ahy Berdialog Dengan Gen Z Singkawang
Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono berdialog dengan pelajar dan mahasiswa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3).

SINGKAWANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong penguatan jaringan internet di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.

Langkah itu dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses digital sekaligus membuka peluang pendidikan dan ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan AHY saat berdialog dengan pelajar dan mahasiswa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3).

Dalam dialog tersebut, generasi muda menanyakan soal pemerataan akses internet di kawasan perbatasan.

“Kita perlu perkuat akses internet di daerah 3T termasuk perbatasan dan memastikan digital divide atau ketimpangan digital ini semakin berkurang,” kata AHY.

Menurutnya, jaringan internet yang merata memungkinkan masyarakat di daerah terpencil mengakses layanan pendidikan tanpa harus pindah ke kota besar.

“Dengan pemerataan akses digital, pendidikan bisa diakses walaupun dari remote area, dari tempat yang tidak langsung berdekatan dengan sentra-sentra pendidikan,” ujarnya.

Selain pendidikan, penguatan internet juga membuka peluang ekonomi melalui perdagangan online.

AHY menjelaskan, pasar digital kini mampu menembus batas wilayah bahkan lintas negara.

“Sekarang serba e-commerce, online shopping, digital market. Pasar digital bukan hanya menembus antarprovinsi atau kabupaten/kota, tetapi juga lintas batas negara. Ini peluangnya besar sekali,” katanya.

AHY menambahkan, penguatan infrastruktur digital akan dilakukan melalui kerja sama antar kementerian, termasuk dengan Kementerian Komunikasi dan Digital yang memiliki kewenangan di bidang tersebut.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menguasai kecerdasan buatan dan teknologi masa depan.

“Jangan sampai kita menjadi budak dari kecerdasan buatan. Anak-anak muda kita bukan hanya melek, tetapi harus menguasai AI dan teknologi karena itu masa depan kita,” ujar AHY.