AHY Dapat Doa Jadi Presiden dari Pesantren Suryalaya

oleh -1784 Dilihat
oleh
Ahy Dapat Doa Jadi Presiden Dari Pimpinan Ponpes Suryalaya
Ketua Umum PartaiDemokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Minggu (13/4).

TASIKMALAYA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat doa khusus saat berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Minggu (13/4).

“Kami doakan Mas AHY menjadi Presiden,” kata KH Baban Ahmad Jihad, pemimpin pondok pesantren tersebut. Ucapan itu langsung diamini oleh jajaran pimpinan pesantren yang hadir di Madrasah Pangersa Anom.

AHY tiba menjelang waktu Ashar dengan menggunakan bis. Ia disambut oleh Haji Firdaus, putra bungsu Abah Anom, bersama Haji Budhiwan yang merupakan cucu Abah Anom. Laskar Gerakan Muda Ponpes Suryalaya (GMPS) turut mengiringi kedatangannya.

Putra Susilo Bambang Yudhoyono itu memilih berjalan kaki sejauh 400 meter dari gerbang depan menuju kompleks Masjid Jami Ponpes Suryalaya. Di sepanjang jalan, warga setempat menyapanya dari depan rumah masing-masing.

Sesampainya di pesantren, AHY langsung berwudhu dan ikut salat berjamaah di Masjid Jami karena sudah masuk waktu Ashar. Setelah zikir tahlil sesuai tradisi pesantren, AHY bersalaman dengan ratusan jamaah. Para jamaah perempuan, kebanyakan santriwati, ikut antri berjalan di depan AHY meski tidak bersalaman.

Usai salat, AHY mendaki ke Puncak Suryalaya untuk berziarah ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom. Mengenakan jas dan sarung batik, ia dengan gesit menaiki anak tangga, sementara rombongan lain menyusul dengan terengah-engah.

Di dalam ruang makam yang bersih dan wangi, AHY memanjatkan doa dan zikir dipimpin salah seorang kyai muda. Setelah itu, ia bertemu dengan seluruh keluarga inti almarhum Abah Anom beserta jajaran pimpinan pondok pesantren.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan terima kasih atas kesempatan menyambung kembali tali silaturahmi antara SBY dan keluarga besar Abah Anom serta pesantren Suryalaya.

“Alhamdulillah, kita sama-sama berjuang untuk memperbaiki nasib masyarakat agar menjadi lebih baik,” kata AHY yang duduk di kursi yang dulu diduduki ayahnya. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Saat pamit, AHY berfoto bersama para santriwati yang sudah berjejer. Mereka tampak sumringah meski malu-malu.

“Sampai ketemu lagi ya,” kata AHY, disambut teriakan histeris kegirangan dari para santriwati.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.