Ada yang Takut Kehilangan Kekuasaan Jelang Pemilu 2024?

oleh -772 Dilihat
oleh
Jovan Latuconsina
Wasekjen DPP Partai Demokrat Jovan Latuconsina.

DEMOKRAT NEWS – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jovan Latuconsina menilai munculnya berbagai wacana perpanjangan kekuasaan menunjukkan ada pihak-pihak yang takut menghadapi pergantian kekuasaan pada Pemilu 2024.

Jovan menyebut fenomena ini sebagai “Pre-Post Power Syndrome” atau sindrom takut kehilangan kekuasaan sebelum masa jabatan berakhir.

“Pemilu 2024 belum dilaksanakan, Pemerintah sudah mengalami post power syndrome,” kata Jovan.

Politikus Demokrat itu mengingatkan bahwa tujuan utama reformasi adalah membatasi kekuasaan menjadi dua periode saja.

Menurutnya, tidak ada ruang untuk perpanjangan jabatan, tiga periode, atau penundaan pemilu.

Jovan mempertanyakan alasan munculnya wacana penundaan pemilu saat ini. Ia menyebut kondisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah jauh lebih baik dan berpengalaman dibanding masa lalu.

“Bahkan pasca reformasi, alih-alih tunda Pemilu, yang ada justru malah percepatan Pemilu,” ujar Jovan.

Ia memberikan apresiasi kepada sejumlah ketua umum partai politik yang menolak wacana penundaan pemilu. Ketiga nama yang disebut adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Jovan menilai para ketua partai tersebut memahami akibat buruk jika demokrasi dikhianati. Ia khawatir rakyat akan menjadi korban dan TNI-Polri disalahgunakan untuk membungkam penolakan masyarakat terhadap upaya perpanjangan kekuasaan.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.