JAKARTA – Sebanyak 2.000 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025 mendapat pembekalan khusus sebelum menjalankan tugas di daerah transmigrasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan pendalaman materi kepada mereka di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8).
Dalam kesempatan itu, Menteri Iftitah menyampaikan harapan besar terhadap generasi muda Indonesia. Dia yakin suatu hari Indonesia akan melahirkan pemenang Nobel dunia.
“Mudah-mudahan ada satu di antara generasi ini yang akan membawa Nobel pulang ke Indonesia,” kata Menteri Iftitah.
Keyakinan ini diperkuat dengan fakta sejarah yang menarik. Penemuan konsep vitamin oleh Prof. Christiaan Eijkman dari Belanda ternyata dilakukan di Indonesia.
Bahkan salah satu asisten peneliti itu berpotensi menjadi penemu besar jika tidak terbunuh pada masa pendudukan Jepang.
Contoh lain adalah penelitian tentang kebijakan SD Inpres di Indonesia yang mengantarkan penelitinya meraih Nobel Ekonomi 2019. Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia sebagai sumber penelitian berkelas dunia.
Untuk mendukung visi tersebut, Kementerian Transmigrasi terus menyiapkan insentif bagi generasi muda dan pekerja Indonesia. Tujuannya agar mereka mampu menghasilkan karya yang diakui dunia.
“Jadi saya sampaikan bahwa mudah-mudahan saya doakan akan ada satu di antara (peserta TEP) akan menjadi peraih Nobel ke depan,” ucap Menteri Iftitah.
Peserta TEP 2025 diharapkan mampu menghadapi tantangan di kawasan transmigrasi dengan segala keragamannya. Tantangan dalam menjalani tugas harus menjadi motivasi untuk mencari solusi terbaik.
“Di sanalah medan juang kita, di sanalah obor perubahan harus dinyalakan. Ingatlah, patriot sejati bukan hanya bermimpi tentang masa depan, tetapi yang menjadikan dirinya masa depan itu sendiri,” ucap Menteri Iftitah.