JAKARTA – Sebanyak 2.000 peneliti dari berbagai kalangan akan menjelajahi 194 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Program strategis Kementerian Transmigrasi ini melibatkan guru besar, dosen, hingga mahasiswa S1, S2, dan S3.
Tim Ekspedisi Patriot ini resmi dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Para peneliti akan melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di wilayah transmigrasi.
AHY menjelaskan hasil riset ini akan menjadi dasar pemerintah untuk merumuskan strategi pembangunan yang lebih terarah.
“Riset dan pemetaan potensi ekonomi akan memberikan masukan penting, tidak hanya untuk Kementerian Transmigrasi, tapi juga bagi kami di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,” ujar AHY.
Menko AHY menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk keberhasilan program transmigrasi.
Ia menyebut Kementerian Transmigrasi menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan dunia usaha membawa investasi dan teknologi.
“Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah,” tambahnya.
AHY memberikan apresiasi atas langkah Kementerian Transmigrasi yang menjadikan ekspedisi ini bagian penting dalam memperkuat pembangunan kewilayahan. Program ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Sukses untuk Kementerian Transmigrasi, semoga program ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Menko AHY.